SIMAK TERUS YA GUYS,. DAN TETEP STAY IN THE MY BLOG #INI MOBILKU.... OK !!!

Selasa, 03 Januari 2017

Kita Cari Tau hyuu... Apa itu Tekhnologi ABS (Anti-lock Braking System)



Faktor keselamatan dalam mengendarai mobil, menjadi salah satu kreteria utama saat ini, di kalangan pembeli kendaraan kelas menengah dan keatas. Saat ini, setiap produsen mobil, berlomba dalam menempatkan tekhnologi yang menunjang, dari sisi keselamatan penumpang dan pengemudi. Salah satu tekhnologi yang di gunakan adalah, ABS (Anti-lock Braking System). Sistem ini sudah diterapkan di teknologi keamanan Toyota Indonesia, dan salah satunya yang mendapatkan sistem ABS adalah Toyota Rush. Lalu anda pasti bertanya, bagaimana cara kerja rem ABS? Jawaban akan cara kerja rem ABS, akan saya tuliskan di halaman ini.


ABS (Anti-lock Braking System)

Pada saat melakukan pengereman mendadak, di kecepatan tinggi atau saat hujan yang membuat jalan licin. Tentunya anda akan kesulitan dalam melakukan pengereman mendadak. Roda menjadi terkunci dan mobil susah untuk dikendalikan. Sistem anti-lock braking inilah, yang akan membantu anda, dalam melakukan pengereman mendadak, dan membantu anda dalam mengendalikan mobil jika anda mengerem mendadak.
Sistem ini, sudah diterapkan sejak lama terutama untuk balapan. Tanpa sistem ini, pengemudi professional, juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan mobil, jika melakukan pengereman mendadak. Setiap pengemudi di jalan raya, pasti akan menghindari melakukan pengereman mendadak, tetapi keadaan terkadang memaksa pengemudi untuk melakukan pengereman secara mendadak. Jika mobil anda tidak dilengkapi dengan sistem ABS, maka kempat roda akan terkunci. Hal ini mengakibatkan mobil tetap meluncur dan susah dikendalikan. Secara teori, sistem ini menghindari penguncian terhadap kempat roda, dengan roda yang tidak terkunci, mobil lebih mudah dikendalikan. Selain itu, semua bagian ban mobil akan melakukan pengereman, yang dapat menghidari ban panas. Semua ini akan membuat jarak pengereman menjadi lebih pendek dan daya cengkram ban masih anda dapatkan.
Cara Kerja Rem ABS     

Lalu bagaimana cara kerja rem ABS? Sistem anti-lock braking memiliki empat komponen utama yang saling terkait, satu sama lain. Keempat komponen ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, kompenen tersebut antara lain:
1. Sensor Kecepatan
Sensor ini berfungsi untuk membaca kecepatan putaran roda, terdapat di setiap roda atapun di diferensial (tergantung dari pabrik).
2. Katup Pengereman
Di setiap jalur minyak rem terdapat katup, dan katup ini dikendalikan oleh komputer / kontroler ABS. Secara umum, katup rem memiliki tiga posisi yang berbeda.
  • Katup Posisi Satu: Dalam posisi ini, katup dalam posisi terbuka penuh, sehingga tekanan minyak rem secara penuh, langsung diteruskan ke rem.
  • Katup Posisi Dua: Dalam posisi ini, katup akan menghalangi tekanan minyak rem, sehingga tekanan tidak akan diteruskan ke rem walaupun pengemudi menekan rem.
  • Katup Posisi Tiga: Dalam posisi ini, katup akan menghalangi sebagian dari tekanan minyak rem, sehingga tekanan hanya setengah yang diteruskan ke rem, walaupun pengemudi menekan rem secara penuh.
3. Pompa
Fungsi dari pompa ini adalah mengembalikan tekanan pada jalur pengereman yang dilepaskan oleh katup ke rem.
4. Kontroler / Komputer
Fungsi dari alat ini adalah otak yang mengendalikan katup dan mengolah data dari sensor kecepatan.

Cara Kerja Rem ABS Mobil

Sensor kecepatan akan membaca kecepatan mobil setiap saat, dan menyampaikan data kecepatan tersebut ke pada kontroler. Untuk mobil berhenti secara normal di kecepatan 100 kilometer perjam, akan diperlukan waktu selama 5 detik. Tentunya pada saat anda melakukan pengereman normal, tidak akan terjadi penguncian roda kendaraan. Lain ceritanya jika anda melakukan pengereman mendadak, maka roda akan terkunci. Waktu yang diperlukan untuk roda terkunci kurang lebih 1 detik.
Karena kontroler telah di program, untuk dapat menghentikan kendaraan secara maksimal, terkuncinya roda saat pengereman tidak boleh terjadi. Sebelum roda terkunci, kontroler akan mendapatkan data dari sensor kecepatan dan akan memerintahkan katup menghalangi tekanan, dengan cara mengambil katup posisi dua atau katup posisi 3, sesuai perintah dari kontroler. Setelah putaran roda terdeteksi oleh sensor kecepatan, kontroler akan memerintahkan katup untuk mengambil posisi satu, yang membuat tekanan minyak rem kembali dan diteruskan ke rem. Cara kerja rem ABS diatas terjadi sangat cepat, rata-rata sistem ABS pada mobil sekarang, mampu melakukan 15 kali proses tersebut dalam 1 detik.
Demikianlah dasar cara kerja rem ABS, tentunya disetiap mobil memiliki sistem dan komponen yang berbeda, sesuai dengan kemampuan dan performa mobil dan harga jual dari mobil.Semoga bemanfaat yaaa... ^,^

Harus Kita Tau Nihh,. Pengertian dari VTEC, DOHC, SOHC, VVT-i, I-DSi dan EFI

Pengertian VTEC, DOHC, SOHC, VVT-i, I-DSi dan EFI

Pada masa sekarang, manusia terus berlomba-lomba berinovasi dalam bidang teknologi. Banyak sekali teknologi-teknologi canggih yang saat ini telah berhasil di ciptakan oleh manusia demi mendukung era modern saat ini. Tak terkecuali pada teknologi kendaraan masa kini, manusia terus berusaha untuk menciptakan teknologi-teknologi baru yang lebih canggih dan lebih efisien demi menunjang kebutuhan manusia di masa sekarang.

Pengertian VTEC, DOHC, SOHC, VVT-i, I-DSi dan EFI

Kali ini akan akan saya jelaskan pengertian dan penjelasan tentang pengertian dari teknologi VTEC, DOHC, SOHC, I-DSi, dan EFI yang saya ambil dari berbagai sumber dan kemudian saya rangkum dan saya gabungkan menjadi satu pada artikel ini. Langsung saja saya jelaskan satu per satu dari pengertian di atas.

1. TEKNOLOGI VTEC


VTEC

VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) adalah teknologi pengatur katup canggih yang ditemukan oleh Honda, dan sampai sekarang masih digunakan oleh jajaran mesin Honda. Keunggulan teknologi VTEC terletak di kemampuan mesin bersilinder kecil dalam menghasilkan tenaga yang sebanding dengan mesin yang bersilinder besar, dan di samping itu juga memberikan konsumsi bahan bakar yang baik, serta juga dapat digunakan secara harian.

Dengan teknologi VTEC, performa optimal pada kecepatan tinggi, namun tetap dapat mempertahankan efisiensi bahan bakar sehingga dapat menurunkan tingkat emisi dan polusi. Hanya pada mesin VTEC pengaturan ketinggian bukaan katup diatur secara elektronik.

Pada putaran rendah, satu katup terbuka penuh dan katup lainnya hanya terbuka sedikit untuk menciptakan efek perputaran udara di dalam ruang bakar, sehingga dapat mencapai tenaga mesin yang optimal dan akselerasi responsif baik pada saat putaran RPM tinggi atau rendah.

Secara prinsip, VTEC terbagi tiga macam: VTEC-E, VTEC SOHC, dan VTEC DOHC. Ketiganya memanfaatkan rocker arm sebagai pengatur waktu bukaan katup. VTEC-E (Economic) digunakan pertama kali di Indonesia oleh Honda Civic Ferio 1996. Di putaran rendah, jumlah katup yang terbuka hanya 12 dari 16 katup, sisanya akan terbuka saat putaran mesin tinggi.

VTEC SOHC seperti yang digunakan pertama kali di Indonesia oleh old Honda City. Lama (duration) dan jarak (lift) bukaan katup masuk akan berbeda saat idle, putaran sedang dan tinggi. Namun untuk katup buang, tidak diatur durasi dan lift-nya. Pada VTEC DOHC, katup buangnya pun diatur durasi dan lift-nya. Prinsip kerjanya serupa dengan VTEC SOHC, tapi cam-nya terpisah menjadi dua.

Keunggulan VTEC
  1. Mesin bersilinder kecil, mampu menghasilkan tenaga sebanding dengan mesin bersilinder besar.
  2. Memberikan konsumsi bahan bakar yang baik.
  3. Menjaga performa mesin agar tetap optimal, baik untuk putaran mesin rendah maupun putaran tinggi.
  4. Proses pembuangan tak memerlukan pembukaan katup variabel sebab gas buang semakin lancar, jadi kerja mesin akan semakin enteng.
Kelemahan VTEC

Karena menggunakan oli, kerja VTEC bisa terganggu karena oli mesin kurang, kotor atau tekanan oli rendah karena adanya kebocoran pada sistem, misalnya O-ring yang rusak.

2. DOHC DAN SOHC


DOHC dan SOHC

Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Double OverHead Camshaft.

Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut.

Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot.

Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Over Head Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan push rod diantara rocker arm.

Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin.

Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke model OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak.

Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC.

Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup.

Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan model SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang.

Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik.

DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi.

SOHC
DOHC
SOHC
SOHC
Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu single drive belt directly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi.

Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya ada lah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula.

Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus.

Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol.

Gerakan "noken as"
Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing chain, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan model rantai (timing chain), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan model lainnya.

Model timing chain dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.

Tegangan rantai diatur oleh chain tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh chain vibration damper. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan.

Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Model sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, model belt kini banyak dipasang pada mesin modern.

3. VVT-I (VARIABLE VALVE TIMING WITH INTELLIGENCE)


VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence)

Mesin yang pertama kali diperkenalkan pada 1996 ini telah digunakan di sebagian besar mobil Toyota. Tak hanya itu mesin ini diklaim membuat mesin lebih efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar. lalu bagimana dengan sistem kerjanya hingga dapat menciptakan hasil yang memuaskan.

Layaknya telah diuraikan wikipedia, cara kerja teknologi ini cukup simpel. Untuk menghitung waktu buka tutup katup ( valve timing ) yang optimal, ECU ( Electronic Control Unit ) menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, posisi throttle ( akselerator ) dan temperatur air. Supaya target valve timing senantiasa terwujud, Sensor posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal yang menjadi respon koreksi.

Mudahnya sistem VVT-i ini akan terus mengoreksi valve timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Disesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung untuk menghasilkan torsi optimal di tiap-tiap putaran dan beban mesin. Dengan begitu akan menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Keunggulan VVT-i
  1. Tenaga yang optimal disetiap putaran mesin, Sistem katup mendukung proses pembakaran lebih efektif dalam menghasilkan tenaga yang maksimal.
  2. Hemat Bahan Bakar, Pengaturan katup elektronik membuat konsumsi bahan bakar menjadi hemat dan efesien.
  3. Gas Buang Ramah Lingkungan,Suplai bahan bakar dan udara yang diatur oleh sistem kerja katup membuat pembakaran menjadi sempurna, dan gas buang yang dihasilkan menjadi besih.
  4. Tercatat lebih dari satu varian Toyota yang mengadopsi Teknologi VVT-i ini layaknya Toyota Avanza, Toyota Innova, Toyota Yaris dan Sedan Toyota Vios.

4. I-DSI (INTELLIGENT DUAL AND SEQUENTIAL IGNITION)


i-DSI (intelligent Dual and Sequential Ignition)

Mesin i-DSI sebagai teknologi pintar yang dirancang khusus untuk mobil kompak, dengan 2 buah busi pada tiap silinder di dalam ruang pembakaran dan pengontrolan waktu pembakaran secara cerdas, dapat mencapai ultra-high fuel economy dengan pemakaian bahan bakar yang rendah dan ekonomis, sekaligus menghasilkan torsi maksimal pada putaran RPM rendah sampai menengah, sesuai kecepatan pada penggunaan sehari-hari.

Mesin i-DSI melakukan pembakaran yang lebih efisien, sehingga menghasilkan tenaga mobil yang lebih responsif, pemakaian bahan bakar yang paling hemat di kelasnya, dan emisi gas buang yang lebih bersih.

Bagaimana i-DSI bekerja?

Mesin i-DSI mempunyai ruang pembakaran yang compact dan dua busi pada tiap silinder.
Sistem dual & sequential ignition mengatur waktu urutan pengapian dari kedua busi, yaitu pada langkah hisap dan langkah buangnya, berdasarkan kecepatan dan beban kerja mesin.

Pengaturan ini memungkinkan pembakaran yang lebih cepat dan menyeluruh serta momen puntir yang besar pada kecepatan rendah-menengah. Sistem tersebut akhirnya menghasilkan keseimbangan tinggi antara pemakaian bahan bakar yang ekonomis dan tenaga yang responsif.

5. TEKNOLOGI EFI (ELECTRONIC FUEL INJECTION)


Electronic Fuel Injection

EFI adalah sebuah kata singkatan dari Electronic Fuel Injection. Adapun pengertian dari EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang minimal serta mempunyai gas buang yang ramah lingkungan.

Dalam kehidupan sehari hari nama EFI telah dipakai oleh merk Toyota, sedangkan merk lain mempunyai nama nama yang berbeda, akan tetapi prinsip dari semua sistem tersebut adalah sama.

Fungsi dan Cara Kerja Injeksi

Fungsi dan cara kerja komponen injeksi Bahan bakar bensin elektronik Sistem EFI itu terdiri dari tiga system utama,yaitu system bahan bakar,system induksi udara,dan system control elektronik. Untuk sepeda motornya bisa dilihat di Sepeda Motor Injeksi Honda.

Sistem Bahan Bakar

Sitem Bahan Bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke ruang bakar.
Komponen system bahan bakar terdiri atas pompa bahan bakar, fuel pulsation damper, pressure regulator, injektor dll.

Pompa Bahan Bakar
Pompa bahan bakar berfungsi utuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke injector. Pompa bahan bakar yang digunakan adalah pompa bahan bakar listrik.

Fuel Pulsation Damper
Fuel pulsation damper berfungsi sebagai penyerap perubahan tekanan pada saluran tekanan karena adanya injeksi. Tekanan bahan bakar dalam intake manifold dipertahankan oleh pressure regulator.

Pressure Regulator
Pressure regulator berfungsi mengatur tekanan bahan bakar ke injector-injektor.Jumlah bahan bakar yang di injeksikan diatur oleh sinyal yang di berikan ke injector sehingga tekanan harus tetap pada tiap-tiap injketor.Untuk mendapatkan jumlah penyemprotan yang tepat,tekanan bahan bakar harus dipertahankan lebih kurang 2,55 kg/cm2.

Injektor
Injektor adalah sebuah nozzle elektromagnetik yang kerjanya dikontrol leh computer.Injektor dilengkapi dengan heat insulator pada saluran masuk atau pada kepala slinder yang dekat dengan lubang pemasukan.

Cold Start Injektor
Cold start Injektor digunakan untuk mensuplai bahan-bahan pada saat suhu motor masih rendah.Injektor ini dipsang di baian tengah ruangan udara masuk. Injektor bekerja hanya pada saat start bila temperature air pendingin di bawah 220 Celsius.

Sistem induksi udara berfungsi untuk menyediakan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran terdiri atas:

Throttle Body
Throttle body terdiri atas katup therottle untuk mengontroludara masuk,sebuah system by pass udara yang mengatur aliran udara pada putaran idle dan sebuah throttle position sensor untuk menyensor kondisi terbukanya katup therottle.

Katup Udara
Katup udara di gunakan untuk fast idle yang bekerjanya oleh bimetal dan heat coil motor dalam keadaan dingin.Katup udara di pasangkan pada permukaan samping kanan slinder.Jika putaran fast idle selama pemanasan tidak stabil atau rendah maka hali ini antara lain disebabkan oleh kesalahan pembukaan katup udara.

Air Flow Meter
Air flow meter mendeteksi jumlah udara yang masuk dan mengirimkan sinyal ke computer yang menentukan dasar jumlah injeksi.Air flow meter terdiri atas plat pengukur,pegas kembali ,baut penyekat campuran idle,sensor udaa masuk dan switch pompa bahan bakar.

System Kontrol Elektronik (ECU)
Kalau komputer mempunyai CPU, maka pada sistem Injeksi mempunyai ECU (Electronic Control Unit) Sistem Kontrol elektronik mempunyai bermacam-macam sensor yang terdiri atas air flow meter, Sensor air pendingin, sensor psisi katup gas, sensor udara masuk, sensor gas tekan, dan sensor tekanan mesin.

Perangkat ini akan menentukan lama kerja injector.Kelengkapan yang lain adalah main relay yang menyediakan sumber arus listrik ke computer. Circuit opening relay yang mengontrol kerja pompa bahan bakar dan sebuah resistor yang menstabilkan kerja injector.

SISTEM-SISTEM PADA MESIN MOBIL

SISTEM-SISTEM PADA MESIN MOBIL



Untuk melengkapi komponen-komponen utama pada mesin mobil, saya bahas juga tentang sistem-sistem yang digunakan pada sebuah mesin sehingga memungkinkan mesin dapat hidup.

SISTEM-SISTEM PADA MESIN

1. Sistem Starter

Sistem starter digunakan untuk menggerakan awal putaran mesin melalui roda penerus (fly wheel) dan poros Engkol (crank shaft). Sistem starter ini digerakan dengan mengalirkan energi listrik yang diperoleh dari baterai.
Komponen-komponenya terdiri dari :
a. Baterai
b. Kunci kontak
c. Rellay (jika diperlukan)
d. Motor starter (dinamo starter).


Gbr. Sistem starter

2. Sistem Bahan Bakar 

Sistem bahan bakar difungsikan untuk mensuplai bahan bakar dan mencampur bahan bakar dan udara dengan campuran yang tepat sehingga dapat terbakar da dalam ruang bakar.
Ada 4 jenis sistem bahan bakar yang digunakan pada otomotif, yaitu :
a. Sistem karburator yang digunakan untuk motor bensin
b. Sistem bahan bakar jenis injeksi (sistem EFI) untuk motor bensin
c. Sistem yang menggunakan bahan bakar gas cair (LPG - Liquid Petroleum Gas) atau gas alam untuk kendaraan (NGV - Natural Gas Vichicles)
d. Sistem bahan bakar injeksi yang digunakan pada motor diesel


Gbr. Sistem bahan bakar bensin

Gbr. Sistem bahan bakar diesel

3. Sistem Pengapian

Baik motor bensin dan motor dengan bahan bakar gas mempunyai sistem pengapian. Sistem pengapian ini untuk menghasilkan percikan bunga api listrik yang akan membakar bahan bakar di dalam ruang bakar. Oleh karena itu motor brnsin disebut juga motor dengan penyalaan busi (Spark Ignition Engine). Hal ini yang membedakan antara motor bensin dengan motor diesel, karena motor diesel tidak memerlukan penyalaan busi melainkan penyalaan dengan kompresi (Compression Engine). Proses pembakaran pada motor diesel terjadi pada saat bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder, dimana temperatur udara yang tinggi dan cukup panas di dalam silinder hasil kompresi, siap untuk membakar bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor.  

Komponen-komponen sistem pengapian dapat dilihat dari gambar di bawah ini.


Gbr. Sistem pengapian

4. Sistem Pengisian

Sistem pengisian berfungsi untuk mensuplai energi listrik ke baterai. Baterai mensuplai kebutuhan listrik untuk motor starter dan sistem pengapian pada saat "start". tetapi setetlah mesin hidup, alternator akan mensuplai seluruh kebutuhan listrik kendaraan serta mengisi kembali (mengganti) arus baterai yang terpakai pada saat start. Prinsip kerja alternator merubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Komponen-komponen sistem pengisian dapat dilihat di bawah ini.


Gbr. Sistem Pengisian

5. Sistem Pendingin

Mesin kendaraan pada saat beroprasi menghasilkan panas yang cukup tinggi, hal ini akibat pembakaran campuran udara dan bahan bakar. panas yang dihasilkan sebagian digunakan untuk tenaga penggerak (out-put motor), sebagian didistribusikan ke komponen-komponen motor dan sebagian lagi terbuang bersama gas bekas. Panas yang diterima oleh komponen-komponen cukup tinggi sehingga dapt merusak mesin, oleh sebab itu panas yang diterima komponen harus dikurangi. Sistem pendingin berfungsi mengurangi panas yang diterima motor/mesin. Tetapi dalam kerjanya mesin tidak hanya menyerap panas mesin, tetapi juga menjaga suhu mesin agar tetap stabil pada tingkat yang telah ditentukan.

Sistem Pendingin pada prinsipnya ada 2 macam, yaitu :
a. Sistem pendingan dengan menggunakan air
b. Sistem pendingin dengan menggunakan udara

Pada sistem pendingin yang menggunakan media air, pendingin dilakukan dengan mensirkulasikan air melalui saluran-saluran (water jacket) yang terdapat di dalam mesin. Pada sistem yang menggunakan udara, pendinginan dilakukan dengan mensirkulasikan udara melalui sirip-sirip pendingin.

Komponen-komponen sistem pendingin dapat dilihat pada ganbar di bawah ini.


Gbr. Sistem Pendingin

6. Sistem Pelumasan

Sistem pelumasan berfungsi :
a. Untuk mengurangi gesekan-gesekan antar metal
b. Mencegah keausan
c. Mengurangi panas pada komponen
d. Membawa kotoran sisa gesekan
e. Melumasi bagian-bagian yang bergerak

Komponen-komponen sistempelumasan dapat dilihat di bawah ini.


Gbr. Sistem pelumasan

7. Sistem Pembuangan Gas Bekas

Sistem pembuangan berfungsi untuk menyalurkan gas bekas (hasil pembakaran) ke luar silinder mesin dan juga untuk mengurangi kebisingan (meredam suara). Sistem ini terdiri dari saluran buang, pipa buang dan peredam. Pada motor yang menggunakan bahan bakar yang tidak mengandung timah dilengkapi dengan katalik konverter (catalytic converter).

Komponen-komponenya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Gbr. Sistem pembuangan

Demikianlah ulasan secara garis besar dari sistem-sisten yang terdapat pada mesin mobil, semoga bermanfaat yaa..Terima Kasih ^,^

Perbedaan Cara Kerja Mesin 2 Tak Dan 4 Tak

Perbedaan Cara Kerja Mesin 2 Tak Dan 4 Tak 


Cara Kerja Mesin 2 Tak Dan 4 Tak – Campuran bahan bakar dan udaran didalam karburator dialirkan ke ruang bakar melalui saluran hisap didalam ruang bakar campuran bahan bakar dan udara dibakar oleh api yang dipercikan dari busi ketika piston bergerak ke atas campuran bahan bakar dan udara dikompresi sehingga mudah terbakar, sehingga mengakibatkan suhu dan tekanan pada silinder meningkat. Poros engkol meneruskan tenaga yang dihasilkan menjadi tenaga gerak putar atau torsi untuk memutar mesin. Gas hasil pembakaran yang tidak diperlukan harus dibuang dan bahan bakar baru masuk keruang bakar hal ini diatur oleh ke katup-katup dan lubang-lubang saluran.
Cara Kerja Mesin 2 Tak Dan 4 Tak

Siklus Mesin

Agar mesin tetap hidup langkah kerja yang dibutuhkan untuk pembakaran harus dilakukan secara berulang dan terus menerus pertama, campuran bahan bakar dan udara dimasukkan ke silinder dan dikompresikan selanjutnya hasil pembakaran menghasilkan daya/tenaga dorong gas hasil pembakaran ke luar dari ruang pembakaran ke empat langkah pemasukan, kompresi, usah dan pembuangan ini berulang-ulang pada satu dari ke empat langkah tersebut adalah siklus.

Konstruksi Dasar Mesin 2 Langkah

Keuntungan Mesin 2 Langkah

Mesin 2 langkah hanya memerlukan 1 kali putaran poros engkol untuk menyelesaikan 1 siklus didalam cylinder usaha ( langkah tenaga ) dihasilkan setiap putaran poros engkol.
  • Piston bergerak ke atas dan ke bawah sehingga membuka dan menutup lubang pemasukan pembuangan dan transfder yang berada pada cylinder
  • Gerakan piston ini sebagai klep dan tipe ini disebut mesin piston valve
  • Untuk menyelesaikan 1 siklus diperlukan 1 kali putaran poros engkol ( 2 kali gerakan piston )
  • Campuran udara dan bahan bakar dikompresikan 2 kali setiap putaran kompresi pertama ( kompresi pendahuluan didalam ruang engkol ) campuran ditarik didalam ruang engkol dikompresikan selanjutnya masuk keruang bakar
  • Kompresi kedua ( kompresi didalam cylinder dan ruang pembakaran )
  • Campuran yang dikompresikan mudah dinyalakan dan terbakar sehingga menghasilkan tekanan yang tinggi.

          Siklus Kerja Engine 2 tak /2 Langkah

Langkah pemasukan dan kompresi kedua

Bergeraknya piston ke atas menyebabkan campuran bahan bakar dan udara pada silinder ( ruang bakar ) terkompresi. Lubang pemasukan di bagian bawah silinder terbuka dan campuran udara dan bahan bakar masuk ke ruang engkol yang mempunyai tekanan yang lebih rendah.
Usaha ( langkah usaha ) dan kompresi pertama Ketika piston mencapai titik mati atas dimana terjadi pembakaran pada ruang bakar pada titik ini hanya lubang pemasukan yang terbuka sehingga campuran udara dan bahan bakar masuk ke ruang engkol.Langkah pembuangan dan kompresi pertama
Didalam ruang bakar tekanan gas bertambah sehingga mendorong piston menutup lubang pemasukan campuran udara dan bahan bakar di ruang engkol terkompresi ( kompresi primer ) dan ketika piston bergerak ke bawah ( TMB ) Lubang pembuangan terbuka dan gas sisa pembakaran yang bertekanan tinggi dibuang melalui lubang pembuangan dan tidak semua sisa pembakaran dibuang ada sisa yang tertinggal dibagian atas piston.

Langkah pembuangan dan langkah pembilasan

Ketika piston bergerak ke TMB campuran udara dan bahan bakar yang bertekanan tinggi pada ruang engkol mengalir ke ruang kompresi menuju ke lubang pembilasan dan menekan gas sisa pembakaran. pada saat yang sama ruang pembakaran dimasuki oleh campuran udara dan bahan bakar baru. Pada saat piston sampai di TMB dan bergerak ke atas lubang pembilasan tertutup sehingga terjadi pembilasan yang sempurna. Pada saat piston mulai bergerak kaatas dari titik mati bawah lubang pembuangan tertutup dan mulai langkah kompresi pada ruang pembakaran didalam ruang engkol naiknya piston menyebabkan tekanan berkurang sehingga ruangan tersebut menjadi vacum dan terjadi langkah pemasukan maka lengkap satu siklus.

Konstruksi Mesin 4 Tak

        
Mesin 4 tak memerlukan 2 putaran poros engkol ( 4 gerakan piston ) untuk menyelesaikan 1 siklus didalam cylinder usaha ( langkah tenaga ) terjadi setiap 2 kali putaran poros engkol
  • Silinder mempunyai 2 klep pemasukan dan pengeluaran kedua klep ini bekerja menurut gerakan piston naik dan turun silinder tidak mempunyai lubang.
  • Oleh karena itu semua peristiwa ini diselesaikan diruang pembakaran yang berada diatas silinder
  • Untuk membuka dan menutup klep ada mekanis kontrol diatas kepala silinder yang digerakkan oleh poros engkol.

Cara Kerja Mesin 4 Tak/4 Langkah

Langkah pemasukan ( intake )

Sewaktu piston bergerak ke titik mati bawah ( TMB ) diruang pembakaran menjadi vakum dan klep pemasukan terbuka sehingga campuran gas dari karburator masuk ke dalam silinder ( ruang bakar ) untuk meningkatkan efisiensi pemasukan campuran bahan bakar dan udara katup pemasukan terbuka sesaat sebelum titik mati atas ( TMA ) dan menutup setelah titik mati bawah ( TMB ).

Langkah kompresi

Sewaktu piston bergerak keatas ( ke TMA ) kedua klep tertutup campuran bahan bakar diruang bakar dikompresikan.

Langkah usaha

Sebelum akhir langkah kompresi busi memercikan bunga api dan membakar campuran bahan bakar dan udara yang dikompresikan campuran terbakar sangat cepat dan tekanan pembakaran mendorong piston kebawah selanjutnya memutar poros engkol melalui batang piston.

Langkah pembuangan

Sebelum piston mencapai titik mati bawah ( TMB ) Klep pembuangan terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir keluar sewaktu piston mulai naik dari TMB mendorong gas pembakaran yang masih tertinggal setelah piston melewati TMA klep pengeluaran tertutup dan campuran mulai mengalir kedalam silinder.

Cara Kerja Mesin 2 Tak

Cara Kerja Mesin 2 tak

prinsip kerja mesin 2 tak
Dalam munculnya mesin pembakaran dalam, mesin 2 tak (dua langkah) adalah salah satu mesin yang paling sederhana. Hanya sedikit bagian yang bergerak, diantaranya adalah poros engkol, piston, dan beberapa lainnya. Dimana, pada mesin 2 tak ini tidak memakai klep (valve) dan noken as (camshaft) seperti di mesin 4 tak, sebagai gantinya mesin 2 tak memakai membran yang berada setelah karburator. Keunggulan ini membuat mesin 2 tak menjadi ringan, sederhana dan lebih murah untuk diproduksi.

Selain itu, karena mesin 2 tak dalam 1 putaran crankshaft melaksanakan 4 siklus, yaitu: hisap, kompresi, ekspansi dan buang. Mesin 2 tak ini lebih responsif dan mempunyai akselerasi yang bagus. Akan tetapi, mesin ini mengeluarkan tenaga yang lebih besar pada saat RPM tinggi sehingga membuat mesin ini mengonsumsi bahan bakar yang lebih banyak. Kombinasi ringan dan dua kali kekuatan memberikan mesin 2 tak ini rasio power-to-weight lebih besar jika dibandingkan dengan mesin 4 tak. Berikut adalah langkah dari mesin 2 tak:


Langkah Hisap Dan Kompresiprinsip kerja mesin 2 tak



Ketika piston bergerak dari Titik mati bawah (TMB) ke Titik mati atas (TMA), Ruang yang berada di bawah piston akan menjadi vacuum, akibatnya campuran bahan bakar, udara dan oli terhisap ke dalam ruang tersebut. Sementara pada ruang bagian atas piston terjadi langkah kompresi sehingga temperatur dan tekanan dari campuran udara dan bahan bakar tersebut meningkat. Ketika 5-10 derajat sebelum TMA, busi menghasilkan percikan bunga api sehingga campuran bahan bakar dan udara yang temperature dan tekanan nya telah  meningkat akan menjadi terbakar dan meledak.



  • Langkah Ekspansi Dan Buang

prinsip kerja mesin 2 tak
Hasil dari pembakaran tadi membuat piston bergerak ke bawah. Pada saat piston terdorong ke bawah bawah, ruang di bawah piston menjadi mampat. Sehingga campuran udara dan bahan bakar yang berada di ruang bawah piston menjadi terdesak keluar dan naik ke ruang diatas piston melalui saluran bilas. Sementara sisa hasil pembakaran tadi akan terdorong ke luar dari ruang bakar dan keluar menuju saluran buang lalu menuju knalpot. Pada saat campuran bahan bakar dengan udara mendorong gas sisa hasil pembakaran, pasti ada campuran bahan bakar tersebut yang ikut terbawa ke saluran buang. Dengan bentuk knalpot mesin 2 tak, campuran bahan bakar tersebut bisa ditendang balik ke dalam ruang bakar karena pada bagian knalpot yang menggelembung tersebut akan terjadi peningkatan tekanan dan tekanan ini lah yang akan menendang balik campuran bahan bakar tersebut. Gas panas bekas pembakaran pun sedikit ikut masuk lagi ke dalam ruang bakar sehingga membantu menaikkan temperature campuran bahan bakar yang baru masuk ke dalam ruang bakar dan akan menyebabkan campuran bahan bakar tersebut untuk mudah terbakar. Langkah kerja ini terjadi berulang-ulang selama mesin hidup.


Ok,.guys... Semoga Bermanfaat yaa